Cokelat dihasilkan dari kakao atau kokoa (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di kaki Gunung Andes di Amazon dan lembah Orinoco di Amerika Selatan. Lewat penemuan sisa cokelat pada sebuah teko milik suku Maya. Suku Maya dari Guatemala Utara mengambil istilah cocoa dari bangsa Olmec. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM – 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai symbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengkonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanilla, atau rempah-rempah lain.
Hal itu membuat suku Maya tercatat sebagai suku tertua yang mengkonsumsi cokelat. Dalam perkembangannya, pohon cokelat itu akhirnya diperkenalkan ke Amerika tengah oleh suku Maya. Kemudian ditanam di Meksiko oleh suku Toltec, dan belakangan oleh suku Aztec.
Selanjutnya cokelat menjadi komoditas penting bagi penduduk pra Mesoamerika Kolombia. Tak mengherankan jika Moctezuma II, Raja Aztec kala itu, tidak mengambil hidangan lain selain cokelat yang disajikan pada gelas minum dari emas berbentuk piala dan memakan cokelat dari sendok emas.
Cokelat baru diperkenalkan di Eropa oleh orang-orang Spanyol dan menjadi minuman populer pada 1700. Bangsa ini juga memperkenalkan pohon Theobroma cacao hingga Hindia Barat dan Filipina.
Pada 1828, J. van Houten mematenkan sebuah metode guna mengambil lemak dari biji cokelat dan membuat bubuk cokelat. Van Houten juga mengembangkan sebuah proses untuk menghilangkan rasa pahit cokelat dengan alkali. Cara ini memungkinkannya untuk membentuk cokelat modern berbentuk batang.
Kini Cokelat telah menjadi makanan dan minuman yang dikenal luas, bahkan digemari banyak kalangan.
Berbagai Sumber
Hal itu membuat suku Maya tercatat sebagai suku tertua yang mengkonsumsi cokelat. Dalam perkembangannya, pohon cokelat itu akhirnya diperkenalkan ke Amerika tengah oleh suku Maya. Kemudian ditanam di Meksiko oleh suku Toltec, dan belakangan oleh suku Aztec.
Selanjutnya cokelat menjadi komoditas penting bagi penduduk pra Mesoamerika Kolombia. Tak mengherankan jika Moctezuma II, Raja Aztec kala itu, tidak mengambil hidangan lain selain cokelat yang disajikan pada gelas minum dari emas berbentuk piala dan memakan cokelat dari sendok emas.
Cokelat baru diperkenalkan di Eropa oleh orang-orang Spanyol dan menjadi minuman populer pada 1700. Bangsa ini juga memperkenalkan pohon Theobroma cacao hingga Hindia Barat dan Filipina.
Pada 1828, J. van Houten mematenkan sebuah metode guna mengambil lemak dari biji cokelat dan membuat bubuk cokelat. Van Houten juga mengembangkan sebuah proses untuk menghilangkan rasa pahit cokelat dengan alkali. Cara ini memungkinkannya untuk membentuk cokelat modern berbentuk batang.
Kini Cokelat telah menjadi makanan dan minuman yang dikenal luas, bahkan digemari banyak kalangan.
Berbagai Sumber




